<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wisma Akhwat Ma'had Thaybah</title>
	<atom:link href="http://ummahat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummahat.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jul 2008 09:12:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ummahat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4458665d6d6015ced951e9ccda3d91f9?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wisma Akhwat Ma'had Thaybah</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Belas Kasih Sejati kepada Wanita</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/belas-kasih-sejati-kepada-wanita/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/belas-kasih-sejati-kepada-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahaditsul Mar'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Dari Urwah bin Zubair diceritakan bahwa ada seorang wanita mencuri pada zaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam di dalam Perang Fatah (Penaklukan Kota Makkah). Lalu kaum (keluarga) wanita tersebut mengadu kepada Usamah bin Zaid seraya memohon syafa’at (pertolongan) kepadanya. Kemudian, lanjur Urwah, ketika Usamah membicarakan dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam, maka wajah beliaupun berubah. Lalu beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=53&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#8b4a0d;"><strong><span style="font-size:8pt;font-style:tahoma;">Dari Urwah bin Zubair diceritakan bahwa ada seorang wanita mencuri pada zaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam di dalam Perang Fatah (Penaklukan Kota Makkah). Lalu kaum (keluarga) wanita tersebut mengadu kepada Usamah bin Zaid seraya memohon syafa’at (pertolongan) kepadanya. Kemudian, lanjur Urwah, ketika Usamah membicarakan dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam, maka wajah beliaupun berubah. Lalu beliau Shalallahu ‘alaihi wassalaam bertanya, “Apakah engkau berbicara denganku mengenai (dispensasi) dalam hal had (sanksi hukum) yang telah ditetapkan oleh Allah?” Usamahpun berkata, “Mohonkanlah ampunan untukku, Ya Rasulullah”. Kemudian petang harinya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam berdiri seraya berkhutbah. Beliau memuji Allah dengan sifat-sifat yang layak bagi-Nya. Lalu beliau bersabda, “Amma ba’du, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian tidak lain adalah karena mereka dahulu apabila orang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun apabila orang yang lemah di antara mereka mencuri, amka mereka melakukan had (sanksi hukum) terhadapnya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, andaikata Fatimah Binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya.” Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam memerintahkan agar wanita itu dipotong tangannya. Setelah itu wanita tersebut bertaubat dengan baik dan menikah. Aisyah Radhiyallahu’anha mengatakan, “setelah itu wanita tersebut datang kepadaku, lalu akupun melaporkan keperluannya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam” (HR. Bukhari)</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penjelasan Hadits :</strong><br />
<span style="font-size:9pt;font-style:tahoma;">Ini adalah lembar sejarah yang cemerlang dan sangat langka di dalam sejarah umat manusia pada umumnya. Saya kira kecemerlangan semacam itu tidak akan terulang sampai hari kiamat. Sejarah belum pernah dan tidak akan pernah mengenal orang yang lebih hebat belas kasihnya kepada kaum wanita dibandingakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam. Beliau berwasiat tentang wanita, memerintahkannya untuk memuliakannya, menganjurkan untuk merawatnya, tabah menghadapi tabiatnya, dan memaafkan kekhilafannya. </span><span id="more-53"></span><br />
<span style="font-size:9pt;font-style:tahoma;"> Kendati rasa belas kasih beliau Shalallahu ‘alaihi wassalaam kepada kaum wanita begitu agung, namun beliau tidak akan pernah melanggar ketentuan hukum yang telah ditetapkan Allah. Bahkan ketika pemberlakuan ketentuan itu akan menimpa seorang wanita muslimah sekalipun.<br />
Ini yang tidak kita jumpai pada diri banyak penguasa, para penanggung jawab maupun para orang tua yang menyerahkan kendali sepenuhnya  kepada wanita, dengan dalih belas kasih kepadanya. Akibatnya, mereka tidak mencegah kaum wanita melakukan sesuatu yang melanggar syari’at Allah. Mereka membiarkan kaum wanita keluar rumah dengan pakaian yang tidak menutup aurat, bersolek, bergaul bebas dengan lawan jenis dan melakukan apa saja yang dikehendakinya. Ini sama sekali bukan belas kasih kepada wanita. Karena membiarkan wanita melakukan sesuatu yang bisa mengundang murka Allah bukanlah wujud belas kasih kepadanya.<br />
Apakah seorang ibu bisa disebut berbelas kasih kepada putrinya ketika dia membiarkannya bermain korek api? Bukankah dia pasti mencegahnya atau mengambil korek api tersebut dari tangannya, kendati si anak sangat menikmati akfitas menyalakan korek api tersebut, demi mencegah membakar dirinya atau membakar rumah beserta isinya?<br />
Belas kasih yang sejati ialah apa yang diterapkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam, yakni syari’at Allah yang agung. Syari’at itu berfungsi melindungi keselamatan manusia di dunia dan Akhirat, bahkan ketika ia mencegah mereka dan menghalangi mereka dari kesenangan-kesenangan yang diharamkan.<br />
Barangkali taubat yang dilakukan oleh wanita dari kabilah Makhzum dengan dipotong tangannya tersebut memberikan peringatan (warning) kepada wanita muslimah masa kini yang merasa keberatan terhadap sesuatu yang jauh lebih ringan daripada harus dipotong tangannya. Yaitu wanita yang keberatan untuk menutup auratnya, keberatan untuk tinggal di rumah, dan keberatan untuk ta’at kepada suaminya. Peringatan itu menunjukkan bahwa semua itu bisa dilakukan oleh kaum wanita dengan pertolongan Allah. Dan di dalam taubat itulah terkandung jaminan keselamatan dan kemenangannya di dunia dan Akhirat.<br />
Andaikata Sayyidah Fathimah Radhiyallahu’anha mencuri, niscaya ayahnya yakni Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam sendiri yang akan memotong tangannya. Apakah pemotongan itu paradoks (bertentangan) dengan rasa belas kasih?! Justru itulah belas kasih yang sejati. Karena adzab di Akhirat teramat pedih dan maha dahsyat, sementara melakukan eksekusi (pemotongan tangan) akan membuatnya selamat dari adzab Akhirat tersebut.<br />
Maka dari itu, tidaklah berbelas kasih ketika seorang ayah membiarkan putrinya atau seorang suami membiarkan isterinya melakukan apa saja sesuka hatinya meski bermaksiat kepada Allah.<br />
Peristiwa pencurian yang dilakukan oleh wanita Makhzumiyah itu terjadi pada waktu penaklukan kota Makkah. Yaitu sebuah momentum yang disambut dengan suka cita oleh seluruh kaum muslimin. Akan tetapi momentum suka cita itu tidak mengabaikan pelaksanaan hukuman (had) yang telah ditetapkan Allah.<br />
Tidak lupa juga kita memberikan perhatian khusus kepada iman yang dimiliki oleh wanita Makhzumiyah tersebut dan taubat yang dilakukannya dengan baik. Dia tidak murtad (keluar) dari agamanya ketika Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam menolak syafa’at yang diajukan melalui Usamah bin Zaid Radhiyallahu’anhu. Begitu juga ketika hukuman (had) dilakukan terhadap dirinya. Justru dia bersikap pasrah dan bertaubat. Dia bahkan mau datang kepada Sayyidah Aisyah Radhiyallahu’anha, lalu keperluannya dilaporkan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalaam. Ini adalah bukti nyata yang menunjukkan keseriusan dan kakuatan iman di dalam dirinya.<br />
Hal itu juga akan menjadi persaksian baginya, dan dia –insyaAllah- akan menemukan buah dari kepasrahannya itu di Akhirat kelak. Sebab, dunia ini akan selalu bersama kenangan manis dan pahitnya. Sedangkan Akhirat akan tetap kekal dan abadi. Akhirat jauh lebih baik daripada dunia dengan perbandingan yang tiada tara. Karena nilai dunia jika dibandingkan dengan Akhirat tidak lebih dari air yang menempel di ujung jari ketika dicelupkan ke dalam samudera berbanding dengan seluruh air yang ada di dalamnya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=53&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/belas-kasih-sejati-kepada-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Ustadz Yazid di Surabaya</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/kajian-ustadz-yazid-di-surabaya/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/kajian-ustadz-yazid-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 07:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Tidak Rutin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[TABLIGH AKBAR&#8230;!
 oleh :
 UST. YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS (Abu Fat-hi)

 Tema :
&#8220;Wasiat Perpisahan&#8221; (Bedah Buku)
 Hari  : 
Kamis, 7 Agustus 2008
 Waktu :
Ba&#8217;da Maghrib &#8211; selesai
 Tempat:
Musholla Fatchurrahman
Ampel Maghfur &#8211; Surabaya
 (masuk gang dari Jl.KH Mansyur, lokasi wisata makam sunan ampel sby)

 KHUTBAH JUM&#8217;AT

 Tanggal : 
8 Agustus 2008
 Tempat  : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=49&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="text-align:center;"><span style="color:#00aa00;">TABLIGH AKBAR&#8230;!</span></h1>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;"> oleh :</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> UST. YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS (Abu Fat-hi)</strong><br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;"> Tema :</span></strong><br />
<span style="color:#00aa00;">&#8220;Wasiat Perpisahan&#8221; (Bedah Buku)</span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;"> Hari  :</span> </strong><br />
<span style="color:#00aa00;">Kamis, 7 Agustus 2008</span><br />
<strong><span style="color:#000000;"> Waktu </span>:</strong><br />
<span style="color:#00aa00;">Ba&#8217;da Maghrib &#8211; selesai</span><br />
<span style="color:#000000;"><strong> Tempat:</strong></span><br />
<span style="color:#00aa00;">Musholla Fatchurrahman<br />
Ampel Maghfur &#8211; Surabaya</span><br />
<span style="color:#000000;"> (masuk gang dari Jl.KH Mansyur, lokasi wisata makam sunan ampel sby)</span></p>
<p style="text-align:center;">
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"> KHUTBAH JUM&#8217;AT</span></h1>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><br />
<strong><span style="color:#000000;"> Tanggal : </span></strong><br />
8 Agustus 2008<br />
<span style="color:#000000;"><strong> Tempat  : </strong></span><br />
Masjid Baiturrohman<br />
Jl. Sidosermo Indah III/13 Surabaya<br />
<span style="color:#000000;"> (Masuk dari jl.raya prapen, setelah pom bensin)</span><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;">
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ec8cd3;"> KAJIAN AKHWAT</span></h1>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;"> Tema  :</span></strong><br />
<span style="color:#ec8cd3;">&#8220;Wasiat Nabi sholallohu alaihi wasalam kpd para Wanita&#8221;</span><br />
<span style="color:#000000;"><strong> Hari  :</strong></span><br />
<span style="color:#ec8cd3;">Jum&#8217;at, 8 Agustus 2008</span><br />
<span style="color:#000000;"><strong> Waktu :</strong></span><br />
<span style="color:#ec8cd3;">Ba&#8217;da Ashar &#8211; jam 5 sore</span><br />
<span style="color:#000000;"><strong> Tempat:</strong></span><br />
<span style="color:#ec8cd3;">Ampel Maghfur Surabaya</span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p>NB : Mohon kepada ikhwan&amp;akhwat sekalian untuk menyebarkan info ini dan bersemangat untuk mengikutinya, barokallohu fiikum</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Sumber : Milist As Sunnah</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=49&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/kajian-ustadz-yazid-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dauroh Keluarga</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/dauroh-keluarga/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/dauroh-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 07:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Tidak Rutin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Kiat Sukses Membentuk Keluarga&#8221;
SAMARA
(sakinah, mawadah, warahmah)
Ahad,03 Agustus 2008
08.30 wib &#8211; 13.00 wib
Al-Ustadz Abu Umar Basyir (redaksi majalah nikah &#38; elfata)
Masjid Baiturrahman
Jl.Sidosermo Indah 3/13, Surabaya
Gratis untuk umum
Cp : Taufik (03170041722)

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=47&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="storycontent">
<div style="text-align:center;"><span style="color:#ff0099;">&#8220;Kiat Sukses Membentuk Keluarga&#8221;<br />
<span style="text-decoration:underline;"><strong>SAMARA</strong></span></span><br />
<span style="color:#ff9900;">(sakinah, mawadah, warahmah)<br />
Ahad,03 Agustus 2008</span><br />
<span style="color:#3333cc;">08.30 wib &#8211; 13.00 wib<br />
<em><strong>Al-Ustadz Abu Umar Basyir (redaksi majalah nikah &amp; elfata)</strong></em></span><br />
Masjid Baiturrahman<br />
Jl.Sidosermo Indah 3/13, Surabaya<br />
<span style="color:#33cc33;">Gratis untuk umum<br />
Cp : Taufik (03170041722)</span></div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=47&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/dauroh-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khadijah Binti Khuwailid, Sayyidah Quraisy yang suci</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/khadijah-binti-khuwailid-sayyidah-quraisy-yang-suci/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/khadijah-binti-khuwailid-sayyidah-quraisy-yang-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isteri-isteri Rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pemimpin wanita di alam semesta di masanya adalah puteri khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab Al-Quraisyi Al-Asadi yang dijuluki sebagai “wanita yang suci”. Ia dilahirkan di rumah yang mulia dan mempunyai kedudukan tinggi, kurang lebih 15 tahun sebelum tahun Gajah. Dia tumbuh di dalam salah satu rumah dari rumah-rumah yang mulia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=25&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Pemimpin wanita di alam semesta di masanya adalah puteri khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab Al-Quraisyi Al-Asadi yang dijuluki sebagai<span> </span>“wanita yang suci”. Ia dilahirkan di rumah yang mulia dan mempunyai kedudukan tinggi, kurang lebih 15 tahun sebelum tahun Gajah. Dia tumbuh di dalam salah satu rumah dari rumah-rumah yang mulia (yang menyebabkan) dia menjadi sosok wanita yang cerdas lagi mulia. Ia terkenal sebagai wanita yang memiliki kemauan yang kokoh dan akal yang cerdas serta adab sopan santun yang tinggi. Karena itu dia menjadi pusat perhatian kaum lelaki yang menjadi pemimpin dari kaumnya.</span></span><span id="more-25"></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Dia pernah dinikahi Abu Halah bin Zurarah At-Tamimy. Perkawinannya dengan suami ini melahirkan Halah dan Hindun. Tatkala Abu Halah meninggal dunia, dia diperistri oleh Atiq bin Aidz bin Abdullah Al-Makhzumy. Setelah hidup bersamanya beberapa waktu, keduanya kemudian bercerai. </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Setelah itu banyak tokoh-tokoh Quraisy yang berusaha meminangnya tetapi ditolak karena ia ingin mendidik anak-anaknya dan menjalankan usaha perdagangan. Dia adalah seorang wanita yang kaya raya lagi berharta. Dia juga memperkerjakan beberapa orang untuk menjalankan dagangannya dan memberikan upah dengan sistem bagi hasil. Tatkala berita tentang sifat kejujuran, amanah, dan akhlaq Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sebelum diutus sebagai Nabi sampai kepada Khadijah, spontan dia meminta kepada beliau agar mau menjalankan dagangannya ke Negeri Syam bersama seorang pemuda bernama Maisarah dengan upah yang lebih banyak daripada upah yang diberikan kepada yang lainnya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Orang yang jujur dan terpercaya tersebut menyetujui lalu dia safar bersama Maisarah. Allah memberikan kemudahan kepada Rasulullah dalam menjalankan usaha ini sehingga perdagangan tersebut menghasilkan untung yang sangat besar. Khadijah merasa gembira terhadap keuntungan yang banyak yang dia peroleh melalui tangan Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ini. Akan tetapi dia lebih kagum terhadap kepribadiannya yang sangat agung dan mendalam.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Datanglah pikiran-pikiran ke dalam benaknya yang dicampuri perasaan menggelora yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Ini adalah sosok laki-laki yang tidak seperti keumuman laki-laki lainnya dan…dan…</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Akan tetapi dia berfikir apakah pemuda yang jujur lagi terpercaya mau menerima pernikahannya, sedangkan umurnya telah mencapai 40 tahun? Bagaimana pula reaksi kaumnya, sementara dia telah menolak lamaran para tokoh Quraisy?</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Ketika fikirannya dalam keadaan bingung dan resah, temannya yang bernama Nafisah binti Munabbih datang menemui. Mereka duduk bersama sambil berbincang-bincang. Dengan kecerdasannya, Nafisah binti Munabbih mampu menyingkap rahasia yang terpendam di atas sifat malu dan tekanan suara pembicaraan Khadijah.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Nafisah binti Munabbih berhasil menenangkan hati Khadijah dan menentramkan gejolak jiwa yang sedang membara. Nafisah mengingatkan Khadijah bahwa dia merupakan orang yang mempunyai garis nasab yang baik, kaya dan memiliki wajah yang cantik. Dan Nafisah mengatakan hal ini kepada Khadijah dengan jujur, dikarenakan banyak laki-laki mulia yang mengincarnya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Tidak lama kemudian keluarlah Nafisah dari rumah Khadijah dan bergegas ke tempat orang yang (paling) terpercaya (Rasulullah) dan dengan cepat dia mengajukan pertanyaan kepadanya: “Wahai Muhammad, apa yang menyebabkan engkau tidak menikah?”</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Tidak ada sesuatu yang bisa saya pakai untuk menikah.” Nafisah tersenyum sambil berkata: “Jika engkau diberi dan diminta menikahi wanita yang berharta, rupawan, mulia dan cukup, apakah engkau menerimanya?”</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya: “Siapa?” Nafisah berkata: “Khadijah binti Khuwailid.” Dia berkata: “Kalau dia setuju, maka saya terima.”</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Kemudian Nafisah pergi untuk memberikan kabar gembira kepada Khadijah, (sementara) manusia terpercaya itu segera mengkhabarkan kepada paman-pamannya tenntang keinginannya untuk menikah dengan Khadijah. Maka Abu Thalib dan Hamzah beserta paman Nabi yang lainnya pergi ke rumah paman Khadijah, yaitu Amr bin Asad untuk meminang keponakannya sekaligus menentukan maharnya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Tatkala akad nikah telah sempurna, hewan-hewan telah disembelih dan dibagikan kepada para fakir dan rumah Khadijah dibuka untuk para keluarga dan kerabat, tiba-tiba Halimah As-Sa’diyah hadir di tengah-tengah mereka untuk menyaksikan anaknya yang telah dia susui (Muhammad). Setelah itu dia kembali ke kaumnya dengan membawa 40 kepala kambing sebagai hadiah dari pengantin puteri yang mulia untuk sang ibu yang telah menyusui Muhammad sebagai pengantin laki-laki yang tersayang.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Wanita yang suci, tuan bangsa Quraisy tersebut, telah menjadi istri Muhammad, pemuda yang terpercaya. Dia menjadi permisalan yang sangat tinggi dan agung dalam kecintaan terhadap suaminya dan pengutamaannya terhadap apa-apa yang dicintai oleh suaminya. Tatkala dia melihat suaminya mencintai bekas budaknya yaitu Zaid bin Haritsah, maka dia menghadiahkan Zaid tersebut kepadanya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Tatkala suaminya menyukai salah satu anak pamannya Abu Thalib agar bisa berbaur dengannya, maka dengan kesukaannya itu Khadijah memberikan keluasan kepada Ali Radhiyallahu’anhu untuk mendapatkan kesempatan yang banyak supaya bisa mendapatkan pelajaran akhlaq dari suaminya Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Allah menganugerahi kepada rumah tangga yang penuh kebahagiaan tersebut kenikmatan demi kenikmatan. Allah mengkaruniai anak lelaki dan perempuan kepada mereka berdua, yaitu Al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Allah memberikan kesukaan ber-<em>khalwat </em>(<em>memisahkan diri dari keramaian manusia</em>) kepada orang yang terpercaya lagi jujur tersebut. Sehingga tidak ada sesuatu yang lebih dia sukai daripada ber-<em>khalwat</em> sendirian.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Dia melakukan peribadatan di gua Hiro selama sebulan penuh pada setiap tahun. Di gua tersebut dia tinggal selama beberapa malam dengan membawa perbekalan yang sedikit. Kedudukan Muhammad jauh dari aktivitas dan permainan penduduk Mekkah yang sia-sia dan peribadatan mereka terhadap berhala dan…dan…</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Khadijah, tuan yang suci tersebut, tidak menghalangi kesukaan ber-khalwat ini, meski terkadang aktivitas ini menjauhkan Muhammad dari dirinya. Dia juga tidak mengajukan berbagai pertanyaan yang berlebihan dan gosip-gosip terhadap perenungannya yang bersih itu. Bahkan Khadijah berupaya dengan maksimal untuk melindunginya dengan melakukan penjagaan dan menciptakan suasana yang tenang selama dia berada di rumah.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Ketika Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berangkat ke gua, kedua matanya memperhatikannya dari jauh, bahkan dia mengutus orang untuk mengawasi dan menjaga dari belakang dengan tanpa mengusik ketenangan <em>khalwat</em>-nya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tetap dalam keadaan demikian itu sampai waktu yang Allah kehendaki. Kemudian jibril mendatanginya ketika beliau berada di gua Hiro pada bulan Ramadhan dengan membawa kemuliaan wahyu dari Allah. Kemudian dia kembali ke rumahnya di kegelapan fajar dalam ketakutan yang luar biasa. Wajah pucat dan badan gemetar sambil berkata: “Selimuti aku, selimuti aku.”</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Setelah Khadijah meminta keterangan yang apa terjadi, Muhammad berkata kepada isterinya: “Wahai Khadijah, aku khawatir terjadi sesuatu pada diriku.”</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Lalu Khadijah yang saying dan berakal berkata dengan meyakinkan suaminya: “Allah akan menjaga kita wahai Abukl Qasim, bergembiralah wahai anak paman dan tenangkanlah dirimu. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya saya berharap engkau menjadi Nabi ummat ini. Demi Allah engkau tidak akan dihinakan oleh Allah selama-lamanya. Sesungguhnya engkau orang yang menyambung hubungan baik dengan saudara senasab, berbicara jujur, engkau membantu yang lemah, menjamu tamu, dan engkau orang yang membantu para wakil-wakil kebenaran.”</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Hati Nabi menjadi tenang atas pengokohan ini dan kembali tentram di hadapan pembenaran dan keimanan istrinya terhadap apa yang dia bawa. Wanitia berakal lagi bijaksana tersebut tidak cukup melakukan demikian itu. Bahkan dalam waktu yang cepat dia pergi ke anak pamannya (Waraqah bin Naufal) dan mengabarkan kepadanya tentang apa yang terjadi pada diri suaminya. Tidak ada respon dari anak pamannya tersebut kecuali ia berteriak sambil berkata: “Ruh suci…ruh suci! Demi Dzat yang jiwa Waraqah ada di tangan-Nya. Jika engkau berkata benar wahai Khadijah, sesungguhnya dia telah didatangi oleh Namus yang besar (Malaikat Jibril) yang telah mendatangi Musa dan Isa. Sesungguhnya dia adalah Nabi umat ini. Maka katakanlah kepadanya agar dia tetap tegar.”</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Lalu Khadijah bergegas kembali kepada suaminya yang tersayang untuk menyampaikan kabar gembira itu. Kemudia Khadijah datang lagi ke rumah Waraqah dengan suaminya, agar dia mendengar langsung berita gembira tersebut dari anak pamannya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Tidaklah Waraqah memandang sekejap di saat Muhammad datang kepadanya (kecuali) dia berteriak: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya engkau adalah Nabi umat ini, sesungguhnya engkau akan didustakan, akan disakiti, diusir, bahkan dibunuh. Jika aku masih hidup pada hari itu, tentu aku akan membela agama Allah dengan sebenar-benar pembelaan yang Dia ketahuinya.” Kemudian Waraqah mendekatkan kepalanya kepada Muhammad lalu dia mencium ubun-ubunnya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Kemudian Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab: “ Ya, tidaklah seorang yang datang dengan membawa sesuatu seperti apa yang engkau bawa kecuali dia akan dimusuhi. Duhai, seandainya saya masih muda…duhai seandainya saya masih hidup.” Tidak berselang lama setelah itu Waraqah meninggal dunia.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bergembira dengan kabar yang telah didengarnya. Adapun rasa takut yang pertama kali muncul (telah hilang), karena Beliau mengetahui bahwa berdakwah di jalan Allah pasti akan mengalami berbagai hambatan, gangguan, ejekan bahkan siksaan dari kaum musyrikin. Dan ini merupakan ketetapan Allah selaku penguasa alam semesta terhadap para Nabi dan para da’I yang menyeru kepada manusia untuk beribadah kepada-Nya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Khadijah adalah manusia pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sekaligus orang yang pertama masuk islam. Istri yang tercinta dan beriman tersebut berdiri di sisi Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sang suami yang tercinta, untuk memberikan pembelaan dan bantuan. Menolongnya dalam menghadapi siksaan dan gangguan yang sangat bengis. Dengan sikap yang demikian itu, Allah meringankan Nabi-Nya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Seperti ketika beliau mendengar jawaban yang tidak menyenangkan dan pendustaan terhadapnya dimana hal itu menyedihkannya. Tiada lain Allah melapangkan hatinya melalui Khadijah tatkala beliau kembali kepadanya. Dikokohkan dan diringankan beban suaminya, diremehkan caci maki dan cercaan manusia kepada dirinya serta Khadijah mengambil ayat-ayat Al-Qur’an untuk diperlihatkan kepadanya. Firman Allah Subhanahu wa ta’ala: </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:21.3pt;text-align:center;text-indent:14.15pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:HQPB1;color:#000080;"> </span><span style="color:#000080;"><a href="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/qsmudatsir.jpg"><img class="size-medium wp-image-26 aligncenter" src="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/qsmudatsir.jpg?w=491&#038;h=88" alt="" width="491" height="88" /></a><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;"><span> </span></span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Artinya : ”Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” [QS. Mudatsir : 1-7]</span><em></em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Sejak saat itu, Rasul yang mulia mulai memasuki kehidupan baru yang berkumpul di dalamnya keberkahan dan kesulitan. Beliau mengabarkan kepada istrinya yang mukminah bahwa masa tidur dan istirahat telah usai.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Mulailah Khadijah Radhiyallahu&#8217;anha menyeru kepada Islam di sisi suaminya dengan perkataan dan perbuatannya. Dan hasil yang pertama dari seruan tersebut adalah (masuk Islamnya) bekas budaknya yaitu Zaid bersama 4 puterinya, semoga Allah meridhoi mereka. Ujian keras mulai menimpa kaum muslimin dengan bentuk yang berbeda-beda. Sedangkan Khadijah tetap berdiri bersama suaminya dengan kokoh seperti gunung yang tinggi puncaknya dalam rangka menunaikan firman Allah Subhanahu wa ta’ala: </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:21.3pt;text-align:center;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><a href="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/qsankabut1_2.jpg"><img class="size-medium wp-image-27 aligncenter" src="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/qsankabut1_2.jpg?w=428&#038;h=40" alt="" width="428" height="40" /></a><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;"><br />
</span></em></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Artinya : ”Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi?” [QS. Ankabut : 1-2]</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;"> </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Allah telah mengambil anak laki-lakinya yaitu Al-Qasim dan Abdullah ketika keduanya masih berusia kanak-kanak, sedangkan Khadijah tetap bersabar dengan mengharapkan pahala dari Allah. Dia juga menyaksikan wanita yang pertaman syahid di dalam Islam yaitu Sumayyah yang mengalami sakaratul maut di atas tangan para thaghut sampai ruhnya menghadap kepada sang Pencipta dalam keadaan sangat agung dan mulia.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Khadijah kemudian berpisah dengan anak perempuan yang merupakan belahan jiwanya yaitu Ruqayyah istri Utsman Radhiyallahu&#8217;anhu dikarenakan harus hijrah ke Negeri Habasyah dalam rangka menyelamatkan agama dan menghindar dari gangguan orang-orang musyrik. Khadijah menyaksikan dan mengalami dari masa ke masa situasi kritis disertai dengan kondisi yang menakutkan dan penuh dengan perjuangan. Meskipun demikian, rasa putus asa tidak dirasakan di dalam hati wanita yang berjiwa pejuang ini. Sehingga dalam waktu yang singkat itu, dia benar-benar telah mengamalkan firman Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi:</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:21.3pt;text-align:center;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;"> </span></em><a href="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/aliimran186.jpg"><img class="size-medium wp-image-28 aligncenter" src="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/aliimran186.jpg?w=432&#038;h=64" alt="" width="432" height="64" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="color:#000080;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Artinya: “kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk urusan yang patut diutamakan.” [QS. Ali Imran : 186]</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Sebelum itu semua, dia telah menyaksikan suaminya yang jujur lagi terpercaya dalam berdakwah kepada Allah menghadapi berbagai macam bala, Khadijah selalu bersabar dan hanya mengharap wajah-Nya. Di saat mendapat ujian, kesabaran dan imannya semakin bertambah.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Muhammad menolak semua harta dunia yang memikat lagi murah ketika ditawarkan untuk ditukar dengan aqidahnya. Beliau bersumpah dalam sikapnya tersebut, yang mana Khadijah belum mengetahui sifat kemanusiaan yang serupa pada dirinya walaupun setapak kaki semut. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan pernyataan kepada pamannya: <em>“Demi Allahwahai pamanku, kalau seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tanga kiriku agar aku meninggalkan perkara ini, tentu tidak akan aku tinggalkan sampai Allah memberikan kemenangan atasnya atau membinasakan yang lainnya”</em></span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Seperti inilah Tuan wanita yang berjihad yaitu Khadijah dalam mengambil hiburan yang -sangat agung dan ayat-ayat yang mengokohkan keimanan yang mengagumkan dari suaminya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Karena itu tatkala Quraisy melakukan pemutusan hubungan terhadap kaum muslimin, yaitu pemboikotan hubungan politik, ekonomi, dan kemasyarakatan kepada mereka, dan menuliskannya di lembaran yang digantungkan di tengah Ka’bah, maka kita mendapatinya dalam keadaan tidak ragu dalam mengambil sikap bersama kaum muslimin di lembah Abu Thalib yang terpisah dari rumahnya yang dicintai. Di lembah tersebut dia menghabiskan waktu selama 3 tahun dalam keadaan sabar bersama Rasul dan orang yang bersamanya dari kalangan shahabat, dalam melawan kebobrokan pemboikotan yang menyiksa dan kekuasaan berhala yang angkuh.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">6 bulan setelah pemboikotan tersebut berakhir, Abu Thalib meninggal dunia. 3 tahun sebelum hijrah wanita mujahidah yang selalu mengharap wajah Allah itu dipanggil untuk menghadap Allah.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Musibah bertubi-tubi menimpa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam secara beruntun dengan meninggalnya Khadijah sang pendamping yang jujur dalam membela Islam.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Seperti inilah jiwa yang tenang tersebut kembali kepada Tuhannya ketika ajal yang telah ditetapkan telah usai. Dia menjadi contoh yang sangat mengagumkan dan paling jujur dalm berdakwah kepada Allah serta berjihad di jalan-Nya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Dia merupakan sosok istri yang bijaksana yang telah menentukan perkara-perkara sesuai denga ukurannya dan mengeluarkan segala sesuatu yang dimilikinya dalam rangka menggapai keridhoan Allah dan Rasul-Nya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Dengan sebab itu, dia berhak menerima salam dari Tuhannya dan kabar gembira dengan sebuah istana di surge untuknya yang terbuat dari emas dan permata, yang tidak ada suara riuh rendah (bising) dan tidak pula ada kemarahan di dalamnya.</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:<br />
</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">“Sebaik-baik wanita di bumi di masanya adalah Maryam binti Imran dan sebaik-baik wanita di bumi di masanya adalah Khadijah binti Khuwailid”</span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:14.15pt;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#000099;">Ya Allah, ya Tuhan kami, ridhailah Khadijah binti Khuwailid seorang wanita mulia lagi suci, seorang istri yang selalu memenuhi janji lagi jujur, dan wanita mukminah mujahidah di jalan agamanya dengan mengerahkan semua harta miliknya. Semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik balasan karena jasanya terhadap Islam dan muslimin.</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=25&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/khadijah-binti-khuwailid-sayyidah-quraisy-yang-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/qsmudatsir.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/qsankabut1_2.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/aliimran186.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Shahabiyah Dalam didikan Rasul</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/kisah-shahabiyah-dalam-didikan-rasul/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/kisah-shahabiyah-dalam-didikan-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nisa' Haular Rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Sirah Shahabiyah, Kisah para shahabat wanita
 Judul Asli : Nisa’ Haular Rasul War Radd ‘Ala Muftariyaat Al-Musytasyriqin
karya : Mahmud Mahdi al Istambuli, Muhammad Abu Nashr Ash Syalabi,
penerbit Maktabah Salafy Press
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=23&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#aa3664;">Sumber : </span><span style="color:#aa3664;"><strong>Sirah Shahabiyah, Kisah para shahabat wanita</strong></span><br />
<span style="color:#aa3664;"> Judul Asli : </span><span style="color:#aa3664;"><strong>Nisa’ Haular Rasul War Radd ‘Ala Muftariyaat Al-Musytasyriqin</strong></span><span style="color:#aa3664;"><strong></strong><br />
karya : Mahmud Mahdi al Istambuli, Muhammad Abu Nashr Ash Syalabi,<br />
penerbit Maktabah Salafy Press</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=23&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2008/07/24/kisah-shahabiyah-dalam-didikan-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Wisma Akhwat Ma&#8217;had thaybah</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2008/01/17/kegiatan-wisma-akhwat-mahad-thaybah/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2008/01/17/kegiatan-wisma-akhwat-mahad-thaybah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 03:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Rutin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/2008/01/17/kegiatan-wisma-akhwat-mahad-thaybah/</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=17&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/wisma-akhowat-thaybah.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-19" src="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/wisma-akhowat-thaybah.jpg?w=267&#038;h=376" alt="" width="267" height="376" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=17&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2008/01/17/kegiatan-wisma-akhwat-mahad-thaybah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/wisma-akhowat-thaybah.jpg?w=212" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dauroh “Menyongsong Keluarga Sakinah”</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2008/01/15/dauroh-%e2%80%9cmenyongsong-keluarga-sakinah%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2008/01/15/dauroh-%e2%80%9cmenyongsong-keluarga-sakinah%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 05:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Tidak Rutin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/2008/01/15/dauroh-%e2%80%9cmenyongsong-keluarga-sakinah%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Dauroh Ma’had Thaybah
 “Menyongsong Keluarga Sakinah”
Bersama :
 1. Al Ustadz Abu Zahrah al Anwar (Staf Pengajar Ponpes Al Furqon, Gresik)
2. Dr. Muhammad Nasir, SpOG (Dokte Spesialis kandungan&#38; ahli kesehatan)
Tempat :
 Masjid Thaybah
Perum Inti Bumi, Keputih Plengsengan, Surabaya
waktu :
 ahad, 20 Januari 2008
pkl. 08.00 &#8211; ba’da Dhuhur
Fasilitas :
 Makalah &#38; makan siang
Infaq :
 Rp. 5000
CP:
 ikhwan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=16&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dauroh Ma’had Thaybah</strong></p>
<h3><span style="color:#e263ba;"><strong> “Menyongsong Keluarga Sakinah”</strong></span></h3>
<p><strong>Bersama :</strong><br />
<span style="color:#3366ff;"> 1. Al Ustadz Abu Zahrah al Anwar (Staf Pengajar Ponpes Al Furqon, Gresik)<br />
2. Dr. Muhammad Nasir, SpOG (Dokte Spesialis kandungan&amp; ahli kesehatan)</span></p>
<p><strong>Tempat :</strong><br />
<span style="color:#800080;"> Masjid Thaybah<br />
Perum Inti Bumi, Keputih Plengsengan, Surabaya</span><span id="more-16"></span></p>
<p><strong>waktu :</strong><br />
<span style="color:#20d432;"> ahad, 20 Januari 2008<br />
pkl. 08.00 &#8211; ba’da Dhuhur</span></p>
<p><strong>Fasilitas :</strong><br />
<span style="color:#993366;"> Makalah &amp; makan siang</span></p>
<p><strong>Infaq :</strong><br />
<span style="color:#cc99ff;"> Rp. 5000</span></p>
<p><strong>CP:</strong><br />
<span style="color:#008080;"> ikhwan : 031-72608541, 08121646239<br />
Akhwat : 031-71933782</span></p>
<p><strong>Peta lokasi :</strong></p>
<p><a href="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/peta.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-21" src="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/peta.jpg?w=300&#038;h=283" alt="" width="300" height="283" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=16&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2008/01/15/dauroh-%e2%80%9cmenyongsong-keluarga-sakinah%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummahat.files.wordpress.com/2008/07/peta.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2007/07/05/istri-shalihah-keutamaan-dan-sifat-sifatnya/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2007/07/05/istri-shalihah-keutamaan-dan-sifat-sifatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 09:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahaditsul Mar'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/2007/07/05/istri-shalihah-keutamaan-dan-sifat-sifatnya/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya? Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami. Inilah keinginan yang banyak muncul. Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian. Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=14&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya? Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami. Inilah keinginan yang banyak muncul. Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian. Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan. Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.</p>
<p align="justify">Seorang muslim yang shalih, ketika membangun mahligai rumah tangga maka yang menjadi dambaan dan cita-citanya adalah agar kehidupan rumah tangganya kelak berjalan dengan baik, dipenuhi mawaddah wa rahmah, sarat dengan kebahagiaan, adanya saling ta‘awun (tolong menolong), saling memahami dan saling mengerti. Dia juga mendamba memiliki istri yang pandai memposisikan diri untuk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwetnya kehidupan di luar. Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunannya yang shalih yang menjadi qurratu a‘yun (penyejuk mata) baginya. Demikian harapan demi harapan dirajutnya sambil meminta kepada Ar-Rabbul A‘la (Allah Yang Maha Tinggi) agar dimudahkan segala urusannya.<span id="more-14"></span></p>
<p align="justify">Namun tentunya apa yang menjadi dambaan seorang muslim ini tidak akan terwujud dengan baik terkecuali bila wanita yang dipilihnya untuk menemani hidupnya adalah wanita shalihah. Karena hanya wanita shalihah yang dapat menjadi teman hidup yang sebenarnya dalam suka maupun lara, yang akan membantu dan mendorong suaminya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Hanya dalam diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid, akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur. Dia akan berupaya ta‘awun dengan suaminya untuk menjadikan rumah tangganya bangunan yang kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhai Ar-Rahman.<!--more--></p>
<p align="justify">Sebaliknya, bila yang dipilih sebagai pendamping hidup adalah wanita yang tidak terdidik dalam agama1 dan tidak berpegang dengan agama, maka dia akan menjadi duri dalam daging dan musuh dalam selimut bagi sang suami. Akibatnya rumah tangga selalu sarat dengan keruwetan, keributan, dan perselisihan.Istri seperti inilah yang sering dikeluhkan oleh para suami, sampai-sampai ada di antara mereka yang berkata:</p>
<p align="justify">&#8220;Aku telah berbuat baik kepadanya dan memenuhi semua haknya namun ia selalu menyakitiku.&#8221;</p>
<p align="justify">Duhai kiranya wanita itu tahu betapa besar hak suaminya, duhai kiranya dia tahu akibat yang akan diperoleh dengan menyakiti dan melukai hati suaminya… Namun dari mana pengetahuan dan kesadaran itu akan didapatkan bila dia jauh dari pengajaran dan bimbingan agamanya yang haq? Wallahu Al-Musta‘an.</p>
<p align="justify"><strong><span style="color:#ff00ff;">Keutamaan Wanita Shalihah</span></strong></p>
<p align="justify">Abdullah bin Amr radhiallahu &#8216;anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam:<br />
<span style="color:#3366ff;">“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)<br />
</span><br />
Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu &#8216;anhu:<br />
<span style="color:#008000;">&#8220;Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya3, bila diperintah4 akan mentaatinya5, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417.</span></p>
<p align="justify">Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)</p>
<p align="justify">Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah:<br />
<span style="color:#cc99ff;">Tatkala Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57) </span></p>
<p align="justify">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah pula bersabda:<br />
<span style="color:#3366ff;">Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282) </span></p>
<p align="justify">Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu &#8216;anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?&#8221;<br />
Beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menjawab: <span style="color:#3366ff;">&#8220;Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505) </span></p>
<p align="justify">Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya. Beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:<br />
<span style="color:#3366ff;">Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466) </span></p>
<p align="justify">Empat hal tersebut merupakan faktor penyebab dipersuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia, bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah. Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama. (Fathul Bari, 9/164)</p>
<p align="justify">Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:<br />
maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya (istri). Maka Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.” (Fathul Bari, 9/164)</p>
<p align="justify">Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:<br />
Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/bersahabat dengan orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut), berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka. (Syarah Shahih Muslim, 10/52)</p>
<p align="justify"><strong><span style="color:#ff00ff;">Sifat-sifat Istri Shalihah</span></strong></p>
<p align="justify">Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: <span style="color:#3366ff;">Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)</span></p>
<p align="justify">Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf6 lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.</p>
<p align="justify">Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata: Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: Wanita shalihah adalah yang taat, yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian,), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)</p>
<p align="justify">Ketika Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis. (At-Tahrim: 5)</p>
<p align="justify">Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:<br />
<span style="color:#ff00ff;">a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala), tunduk kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.<br />
b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala<br />
c. Qanitat: wanita-wanita yang taat<br />
d. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.<br />
e. ‘Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhuma).<br />
f. Saihat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)</span></p>
<p align="justify">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menyatakan:<br />
Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)<br />
Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:<br />
1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.<br />
2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya.<br />
Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<br />
3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.<br />
4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.<br />
5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.<br />
6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.</p>
<p align="justify">Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:<br />
<span style="color:#3366ff;">1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.</span></p>
<p align="justify">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : &#8220;Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)</p>
<p align="justify"><span style="color:#3366ff;">2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.<br />
</span><br />
<span style="color:#3366ff;">3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya.</span> Asma’ bintu Yazid radhiallahu &#8216;anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk.</p>
<p>Beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bertanya:<br />
Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?</p>
<p align="justify">Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab.<br />
Aku (Asma) pun menjawab: Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).</p>
<p align="justify">Beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : <span style="color:#3366ff;">&#8220;Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya. (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)<br />
</span><br />
<span style="color:#3366ff;">4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya</span>. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: <span style="color:#3366ff;">&#8220;Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)<br />
</span><br />
5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.</p>
<p align="justify">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: <span style="color:#3366ff;">“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)<br />
</span><br />
6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah bersabda: <span style="color:#3366ff;">“Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.<br />
Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)</span><span style="color:#3366ff;">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam juga pernah bersabda: <span style="color:#3366ff;">Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)<br />
</span><br />
7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: <span style="color:#3366ff;">Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)</span></span><span style="color:#3366ff;"><span style="color:#3366ff;">“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)<br />
</span><br />
Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, amin.</span></p>
<p align="justify">1 Atau ia belajar agama namun tidak mengamalkannya<br />
2 Tempat untuk bersenang-senang (Syarah Sunan An-Nasai oleh Al-Imam As-Sindi rahimahullah, 6/69)<br />
3 Karena keindahan dan kecantikannya secara dzahir atau karena bagusnya akhlaknya secara batin atau karena dia senantiasa menyibukkan dirinya untuk taat dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala (Ta‘liq Sunan Ibnu Majah, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kitabun Nikah, bab Afdhalun Nisa, 1/596, ‘Aunul Ma‘bud, 5/56)</p>
<p align="justify">4 Dengan perkara syar‘i atau perkara biasa (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)<br />
5 Mengerjakan apa yang diperintahkan dan melayaninya (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)<br />
6 Bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq.</p>
<p align="justify">7 Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala Maha Mengetahui bahwasanya Nabi-Nya tidak akan menceraikan istri-istrinya (ummahatul mukminin), akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya, bila sampai Nabi menceraikan mereka, Dia akan menggantikan untuk beliau istri-istri yang lebih baik daripada mereka dalam rangka menakuti-nakuti mereka.</p>
<p align="justify">Ini merupakan pengabaran tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan ancaman untuk menakut-nakuti istri-istri Nabi ?, bukan berarti ada orang yang lebih baik daripada shahabat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126) dan bukan berarti istri-istri beliau tidak baik bahkan mereka adalah sebaik-baik wanita.</p>
<p align="justify">Al-Qurthubi rahimahullah berkata:<br />
Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yang mengatakan bahwa penggantian istri dalam ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk Nabi-Nya Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, seandainya beliau menceraikan mereka di dunia Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan menikahkan beliau di akhirat dengan wanita-wanita yang lebih baik daripada mereka.” (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/127)</p>
<p align="justify"><span style="color:#ff00ff;">Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=14&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2007/07/05/istri-shalihah-keutamaan-dan-sifat-sifatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Gambaran Shalat Malam Para Wanita Ahli Ibadah</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2007/07/03/sekilas-tentang-gambaran-shalat-malam-para-wanita-ahli-ibadah/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2007/07/03/sekilas-tentang-gambaran-shalat-malam-para-wanita-ahli-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 10:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahaditsul Mar'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/2007/07/03/sekilas-tentang-gambaran-shalat-malam-para-wanita-ahli-ibadah/</guid>
		<description><![CDATA[Ummu Shahba Mu&#8217;adzah binti Abdullah Al Adawiyah

Saat tiba waktu siang, dia berkata, &#8220;Inilah hari dimana aku akan mati.&#8221; Karena itu dia tidak tidur hingga sore hari. Saat malam datang ia berucap, &#8220;Inilah malam dimana aku akan mati.&#8221; Karena iitu dia mengisinya dengan shalat semalam suntuk. Jika tertidur, dia bangun dan berputar mengelilingi rumahnya sambil berucap: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=13&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><font color="#3366ff"><strong>Ummu Shahba Mu&#8217;adzah binti Abdullah Al Adawiyah<br />
</strong></font><br />
Saat tiba waktu siang, dia berkata, <font color="#008000">&#8220;Inilah hari dimana aku akan mati.&#8221;</font> Karena itu dia tidak tidur hingga sore hari. Saat malam datang ia berucap, <font color="#cc99ff">&#8220;Inilah malam dimana aku akan mati.&#8221;</font> Karena iitu dia mengisinya dengan shalat semalam suntuk. Jika tertidur, dia bangun dan berputar mengelilingi rumahnya sambil berucap: <font color="#ff00ff">&#8220;Wahai jiwa! Sesungguhnya tidur panjang ada di hadapanmu. Jika kau mendahulukannya, tentu akan bertambah panjang tidurmu di kubur dalam suka maupun duka.&#8221;</font> Dia juga mengatakan <font color="#ff6600">&#8220;Aku heran dengan mata yang tidur, padahal ia tahu kelak akan tidur panjang dalam gelapnya kubur.&#8221;</font></p>
<p align="justify"><font color="#3366ff"><strong>Hafsah binti Sirin</strong></font></p>
<p align="justify">Di kala malam hari, dia selalu menyalakan lampu kemudian shalat di mushallanya. Ketika lampunya mati, dia terangi lampu rumahnya hingga pagi. Dia menetap di mushallanya selama 30 tahun, tidak pernah keluar selain untuk memenuhi hajatnya atau untuk sedikit tidur siang.</p>
<p align="justify"><font color="#3366ff"><strong>Ummu Darda binti Huyai</strong></font></p>
<p align="justify">Yunus bin Maisarah menuturkan, <font color="#008000">&#8220;Sebuah rombongan para wanita ahli ibadah mendatangi Ummu Darda, mereka shalat semalaman hingga telapak kaki mereka bengkak karena lamanya.&#8221;<span id="more-13"></span></font></p>
<p align="justify"><font color="#3366ff"><strong>Rabi&#8217;ah al Adawiyyah</strong></font></p>
<p align="justify">Pembantunya menceritakan, sepanjang malam dia mengerjakan shalat, kemudian pada saat terbit fajar dia tertidur sesaat di mushallanya hingga fajar hilang. Saat bangun dari tidurnya, dengan nada terkejut dia melompat sembari berucap, <font color="#cc99ff">&#8220;Wahai jiwa, berapa lama engkau terlelap tidur dan berapa lama kau sanggup terjaga untuk beribadah, padahal sebentar lagi kau akan tidur dan tidak terbangun kecuali oleh dasyatnya teriakan hari kiamat.&#8221;  </font></p>
<p><font color="#cc99ff"></p>
<p align="justify"><font color="#3366ff"><strong>Muniqah binti Abi Thariq</strong></font></p>
<p align="justify"><font color="#000000">Dia tinggal di Bahrain. Setiap kali datang waktu malam, dia selalu mengatakan,  &#8220;Bagus&#8230; </font><font color="#000000">bagus diriku. Telah datang kebahagiaan orang mukmin.&#8221; Dia lalu beranjak ke mihrabnya, dan berdiri shalat seperti batang pohon hingga subuh.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000000">Dari Ummu Ammar binti Mulaik Al-Bahrani, dia berkata: <font color="#ff6600">&#8220;Suatu malam aku menginap di rumah Muniqah binti Abi Thariq. Tiada henti-hentinya dai sambil menangis mengulang-ulangi ayat </font><font color="#008000">&#8220;Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.&#8221; </font>(QS Ali Imran [3] :101)&#8221;</font> </p>
<p></font></p>
<p align="justify"><font color="#cc99ff">disalin dari kitab &#8220;Syarah Kumpulan Hadist Shahih tentang Wanita&#8221;<br />
oleh Isham bin Muhammad as-Syarif</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=13&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2007/07/03/sekilas-tentang-gambaran-shalat-malam-para-wanita-ahli-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat dan Ciri Wanita Muslimah yang Terpuji</title>
		<link>http://ummahat.wordpress.com/2007/06/28/sifat-dan-ciri-wanita-muslimah-yang-terpuji/</link>
		<comments>http://ummahat.wordpress.com/2007/06/28/sifat-dan-ciri-wanita-muslimah-yang-terpuji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 03:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummahat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahaditsul Mar'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummahat.wordpress.com/2007/06/28/sifat-dan-ciri-wanita-muslimah-yang-terpuji/</guid>
		<description><![CDATA[Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wata’ala yang mulia. Karakteristik wanita berbeda dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeda dari aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam islam adalah wanita muslimah yang sholihah.
Wanita muslimah tidak cukup hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=12&subd=ummahat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wata’ala yang mulia. Karakteristik wanita berbeda dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeda dari aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam islam adalah wanita muslimah yang sholihah.</p>
<p align="justify">Wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang sholihah karena banyak wanita muslimah yang tidak sholihah. Allah Subhaanahu wata’ala sangat memuji wanita muslimah, mu’minah yang sabar dan khusyu’. Bahkan Allah Subhaanahu wata’ala mensifati mereka sebagai para pemelihara yang taat. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:</p>
<p align="justify"><font color="#3366ff">Artinya: “Maka wanita yang sholihah adalah yang taat, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah menjaga mereka.” (QS. An Nisa’:34)</font></p>
<p align="justify">Wanita shalihah adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, sebaik-baik perhiasan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: <font color="#008000">”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”</font><span id="more-12"></span></p>
<p align="justify">Alangkah indahnya jika setiap muslimah menjadi wanita yang sholihah, idaman setiap suami. Oleh karenanya seyogyanya setiap wanita bersegera untuk memperbaiki diri dan akhlaqnya agar menjadi wanita yang sholihah. Oleh karena itu kita harus mengetahui sifat dan ciri-ciri wanita sholehah, di antaranya:</p>
<p align="justify">1. Pertama<br />
<strong><font color="#ff00ff">Wanita muslimah adalah wanita yang beriman bahwa Allah Subhaanahu wata’ala adalah Rabbnya, dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah nabi-Nya, serta islam pedoman hidupnya.</font></strong> Dampak itu semua nampak jelas dalam perkataan, perbuatan, dan amalannya. Dia akan menjauhi apa-apa yang menyebabkan murka Allah, takut dengan siksa-Nya yang teramat pedih, dan tidak menyimpang dari aturan-Nya.</p>
<p align="justify">2. Kedua<br />
<font color="#ff00ff"><strong>Wanita muslimah selalu menjaga sholat lima waktu dengan wudlu’nya, khusyu’ dalam menunaikannya, dan mendirikan sholat tepat pada waktunya, sehingga tidak ada sesuatupun yang menyibukkannya dari sholat itu</strong>. </font>Tidak ada sesuatupun yang melalaikan dari beribadah kepada Allah Subhaanahu wata’ala sehingga nampak jelas padanya buah sholat itu. Sebab sholat itu mecegah perbuatan keji dan munkar serta benteng dari perbuatan maksiat.</p>
<p align="justify">3. Ketiga<br />
<font color="#ff00ff"><strong>Wanita muslimah adalah yang menjaga hijabnya dengan rasa senang hati.</strong></font> Sehingga dia tidak keluar kecuali dalam keadaan berhijab rapi, mencari perlindungan Allah dan bersyukur kepadaNya atas kehormatan yang diberikan dengan adanya hukum hijab ini, dimana Allah Subhaanahu wata’ala menginginkan kesucian baginya dengan hijab tersebut. Allah berfirman:</p>
<p align="justify">Artinya: <font color="#3366ff">“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221;. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)</font></p>
<p align="justify">4. Keempat<br />
<font color="#ff00ff"><strong>Wanita muslimah selalu menjaga ketaatan kepada suaminya, seiya sekata, sayang kepadanya, mengajaknya kepada kebaikan, menasihatinya, memelihara kesejahteraannya, tidak mengeraskan suara dan perkataan kepadanya, serta tidak menyakiti hatinya</strong></font>.</p>
<p align="justify">Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl">إذا</span><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl">صلحت</span><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl">المرأة</span><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" dir="rtl"> </span><span>خمسها وصامت شهرها وأطاعت زوجهادخلت جنّة ربّها (رواه أحمد وطبراني)</span></strong></p>
<p align="justify">5. Kelima<br />
<font color="#ff00ff"><strong>Wanita muslimah adalah wanita yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhaanahu wata’ala, mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, menanamkan ke dalam hati mereka perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjauhkan mereka dari segala jenis kemaksiatan dan perilaku tercela.</strong></font></p>
<p align="justify">Allah berfirman, artinya: <font color="#800080">“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)</font></p>
<p align="justify">6. Keenam<br />
<strong><font color="#ff00ff">Wanita muslimah tidak berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahramnya.</font></strong></p>
<p align="justify">Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: <font color="#cc99ff">“Tidaklah seorang wanita itu berkhalwat dengan seorang laki-laki, kecuali setan menjadi pihak ketiganya” (Riwayat Ahmad)</font></p>
<p align="justify">Dia dilarang bepergian jauh kecuali dengan mahramnya, sebagaimana pula dia tidak boleh menghadiri pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali karena mendesak. Itupun harus berhijab. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p align="justify">Artinya: <font color="#ffcc00">“Seorang wanita dilarang mengadakan suatu perjalanan sejarak sehari semalam keculai disertai mahramnya” (Mutafaq Alaih)</font></p>
<p align="justify">Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: <font color="#ff6600">“Diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk keperluan kalian (wanita)” (Mutafaq Alaih)</font></p>
<p align="justify">7. Ketujuh<br />
<font color="#ff00ff"><strong>Wanita muslimah adalah wanita yang tidak menyerupai laki-laki dalam hal-hal khusus yang menjadi ciri-ciri mereka.</strong></font></p>
<p align="justify">Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: <font color="#3366ff">“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki”<br />
</font><br />
Juga tidak menyerupai wanita-wanita kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khusus mereka, baik berupa pakaian, maupun gerak-gerik dan tingkah laku. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl">من</span><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl">تشبه</span><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl">بقوم</span><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl">فهو</span><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" dir="rtl"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Traditional Arabic';" dir="rtl">متهم(رواه أحمد، أبودٰود وغيره)</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span></strong></p>
<p align="justify">8. Kedelapan<br />
<strong><font color="#ff00ff">Wanita muslimah selalu menyeru ke jalan Allah di kalangan wanita dengan kata-kata yang baik, baik berkunjung kepadanya, berhubungan telepon dengan saudara-saudaranya, maupun dengan sms.</font></strong> Di samping itu, dia mengamalkan apa yang dikatakannya serta berusaha untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari siksa Allah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p align="justify">9. Kesembilan<br />
<strong><font color="#ff00ff">Wanita muslimah selalu menjaga hatinya dari syubhat maupun syahwat.</font></strong> Memelihara matanya dari memandang yang haram. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:</p>
<p align="justify">Artinya : <font color="#008000">“Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 31)</font></p>
<p align="justify">Menjaga farjinya, memelihara telinganya dari mendengarkan nyanyian dan perbuatan dosa. Memelihara semua anggota tubuhnya dari penyelewengan. Ketahuilah yang demikian itu adalah takwa. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p align="justify">10. Kesepuluh<br />
<strong><font color="#ff00ff">Wanita muslimah selalu menjaga waktunya agar tidak terbuang sia-sia,baik siang hari atau malamnya.</font></strong> Maka dia menjauhkan diri dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), mencaci dan hal lain yang tidak berguna.</p>
<p align="justify">Artinya: <font color="#cc99ff">“Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling mencari kesalahan dan bersaing dalam penawaran, namun jadilah hamba-hamba Allah yang bersatu” (Riwayat Muslim)</font></p>
<p align="justify">Artinya: “<font color="#ff6600">Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran” (Mutaffaq Alaih)</font></p>
<p align="justify">Allah Subhaanahu wata’ala berfirman, artinya: “<font color="#3366ff">Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12)</font></p>
<p align="justify">oleh Ustadzah Aufa</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummahat.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummahat.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummahat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummahat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummahat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummahat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummahat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummahat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummahat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummahat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummahat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummahat.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummahat.wordpress.com&blog=1158867&post=12&subd=ummahat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummahat.wordpress.com/2007/06/28/sifat-dan-ciri-wanita-muslimah-yang-terpuji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2fc72af56b3905642e3430cf3cf2821?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ummahat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>